SEJARAH SINGKAT KECAMATAN RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA
A. Sejarah Singkat Kecamatan Rio Pakava
Kecamatan Rio Pakava merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Dolo. Kecamatan ini secara resmi berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Donggala No.14 Tahun 2002 tanggal 6 Juni 2002. Rio Pakava pertama kali ditemukan oleh warga suku Kaili Tado yang telah lama menetap dipegunungan Sigi, lalu warga tersebut turun dari pegunungan serta menelusuri sungai dan menemukan hamparan darat yang begitu luas lalu mereka menyebut Rio yang bearti hamparan atau daratan dan Pakava (Pakawa) yang bearti ditemukan.
Pada tahun 1990-an Kecamatan Rio Pakava dimasuki oleh para trasnmigrasi asal Pulau Jawa, Pulau Bali dan para pendatang lainnya guna untuk mengurangi kepadatan penduduk dan kesenjangan sosial di pulau tersebut.
Secara administrasi Kecamatan Rio Pakava terbagi atas 14 desa yang secara keseluruhan telah bersifat definitif. Berdasarkan klasifikasi desa menurut kemandiriannya, jenis desa terbagi menjadi 3 yaitu swadaya, swakarsa dan swasembada. Berdasarkan klasifikasi tersebut, seluruh desa di Kecamatan Rio Pakava bersetatus swakarsa. Banyaknya dusun dan RT di Kecamatan Rio Pakava masing-masing sebanyak 63 dan 189. Jumlah dusun paling banyak di Desa Ngovi Pakava, yaitu sebanyak 8 dusun.
Kecamatan Rio Pakava dipimpin oleh seorang camat. Adapun nama-nama yang telah memimpin mulai dari berdirinya sampai sekarang ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Nama-nama Camat Kecamatan Rio Pakava
No | Nama | Periode |
1 | Drs. Udin Muhammad | 2002-2004 |
2 | Drs. Iyan Podung | 2005-2009 |
3 | Dra. Hj. Nirmawati, M.Si | 2010-2015 |
4 | Tamrin, S.Pd., M.Pd | 2016-2021 |
Sumber: Kantor Kecamatan Rio Pakava Tahun 2020
B. Kondisi Geografis
Secara georafis Kecamatan Rio Pakava berada pada posisi 1˚08’45’’-1˚27’04’’LS dan 119˚25’44’’-119˚46’35’’. Kecamatan Rio Pakava merupakan kecamatan yang berada di ujung paling barat Kabupaten Donggala, dengan batas-batas wilayahnya:
1. Sebelah Utara : Kecamatan Pinembani;
2. Sebelah Selatan : Provinsi Sulawesi Barat;
3. Sebelah Timur : Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi;
4. Sebelah Barat : Provinsi Sulawesi Barat.
Luas wilayah Kecamatan Rio Pakava adalah 872,16 km², secara administratif Kecamatan Rio Pakava dibagi atas 14 desa definitif. Terdapat dua desa yang hanya bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua. Sementara desa-desa lainnya dapat dilalui roda empat, pada musim hujan dan bahkan terdapat beberapa dusun yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja. Adapun jarak Ibu Kota Kecamatan Rio Pakava ke 14 desa yakni sebagai berikut:
Tabel 4.2
Jarak antara ibu kota kecamatan dengan desa di Kecamatan Rio Pakava
Ibu Kota Kecamatan | Desa | Jarak (Km) | Alat Transportasi |
Lalundu | Towiora | 29 | Mobil |
Minti Makmur | 10 | Mobil | |
Polanto Jaya | 12 | Mobil | |
Tinauka | 23 | Mobil | |
Lalundu | 0 | Mobil | |
Polando Jaya | 7 | Mobil | |
Rio Mukti | 4 | Mobil | |
Panca Mukti | 2 | Mobil | |
Pantolobete | 1,5 | Mobil | |
Bonemarawa | 7 | Mobil | |
Pakava | 23 | Mobil | |
Ngovi Pakava | 16 | Mobil | |
Bukit Indah | 9 | Mobil | |
Mbulawa | 10 | Mobil |
Sumber: Kaur Pemerintahan Kecamatan Rio Pakava
Jarak antara ibu kota kecamatan yakni Desa Lalundu ke desa terjauh adalah 29 Km yaitu Desa Towiora dan terdekat adalah 1,5 Km yakni Desa Pantolobete.
Bentuk permukaan tanah Kecamatan Rio Pakava umumnya adalah datarandan perbukitan.Hanya satu desa yang berada di atas pegunungan yaitu Desa Pakava dengan ketinggian mencapai 204 meter diatas permukaan laut.
C. Kondisi Demografis
Seperti diketahui bahwa penduduk merupakan sumber potensi pembangunan atau dengan kata lain penduduk adalah objek pelaksanaan pembangunan. Jumlah penduduk di Kecamatan Rio Pakava menurut hasil pencatatan registrasi penduduk pada akhir tahun 2010 sebanyak 21.974 jiwa. Dengan luas wilayah 872,16 Km² maka kepadatan penduduk tahun 2010 mencapai 25 jiwa/Km².
Jumlah rumah tangga/KK di Kecamatan Rio Pakava kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Desa Minti Makmur masing-masing yaitu sebanyak 228 jiwa/Km². Sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat di Desa Pantolobete yaitu sebesar 8 jiwa/Km².
Jumlah rumah tangga/KK di Kecamatan Rio Pakava sebanyak 6.392 rumah tangga/KK, dan rata-rata penduduk per KK adalah 4 jiwa.Jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Rio Pakava lebih besar dibandingkan penduduk perempuan, dimana penduduk laki-laki adalah 11.544 jiwa sedangkan penduduk perempuan adalah 10.430 jiwa.
Jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Rio Pakava lebih besar dibandingkan penduduk perempuan, dimana penduduk laki-laki adalah 11.544 jiwa naik dibanding tahun sebelumnya 10.270 jiwa. Demikian pula dengan penduduk perempuan mengalami peningkatan dari 10.237 jiwa tahun 2009 menjadi 10.430 jiwa tahun 2010. Sex rasio mengalami perubahan dari 110 tahun 2009 menjadi 111 pada tahun 2010, artinya 111 penduduk laki-laki terdapat 100 penduduk perempuan. Adapun jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Rio Pakava antara lain sebagai berikut:
Tabel 4.3
Jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Rio Pakava
Desa | Laki-laki | Perempuan | Seks Rasio |
Towiora | 1.548 | 1.383 | 112 |
Minti Makmur | 1.544 | 1.357 | 114 |
Polanto Jaya | 1.432 | 1.265 | 113 |
Tinauka | 406 | 331 | 122 |
Lalundu | 1.293 | 1.131 | 114 |
Polando Jaya | 461 | 410 | 113 |
Rio Mukti | 802 | 678 | 118 |
Panca Mukti | 388 | 407 | 95 |
Pantolobete | 423 | 401 | 106 |
Bonemarawa | 956 | 912 | 105 |
Pakava | 841 | 805 | 105 |
Ngovi Pakava | 657 | 616 | 107 |
Bukit Indah | 439 | 393 | 112 |
Mbulawa | 355 | 342 | 104 |
Sumber: Rio Pakava Dalam Angka 2011
D. Kondisi Sosial, Budaya dan Ekonomi
1. Agama
Penduduk Kecamatan Rio Pakava merupakan salah satu kecamatan yang cukup padat dan heterogen, maka agama yang dianut oleh mayarakat beragampula. Selain itu, suasana kehidupan beragama senantiasa dibina, dikembangkan dan ditingkatkan sesuai dengan falsafah Negara Pancasila. Dalam menjalani kehidupan beragama, pemerintahan Kecamatan Rio Pakava melalui KUA berusaha membangun suasana hidup yang rukun dan saling menghargai antar umat beragama.
Ada empat agama yang dipeluk oleh masyarakat di Kecamatan Rio Pakava yakni Islam, Hindu, Kristen Protestan dan Kristen Katolik, namun keempat agama tersebut saling menghormati dan menghargai pemeluk agama lain dalam menunaikan ibadah menurut agamanya. Adapun jumlah penduduk pemeluk agama menurut jenis kelamin di Kecamatan Rio Pakava pada tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Jumlah Penduduk Penganut Agama Menurut Jenis Kelamin
Agama | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
Islam | 4.929 | 4.914 | 9.843 |
Protestan | 3.858 | 3.230 | 7.088 |
Katholik | 390 | 332 | 722 |
Hindu | 2.367 | 1.954 | 4.321 |
Jumlah 21.974 | |||
Sumber: Rio Pakava Dalam Angka Tahun 2011
2. Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan sangatlah penting dengan tujuan agar meningkatkan kualitas masyarakat dengan mengurangi angka kematian akibat masalah kesehatan, juga bertujuan agar semua masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara murah, mudah dan merata. Upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat telah banyak yang dilakukan pemerintah Kecamatan Rio Pakava, yakni menyediakan fasilitas kesehatan seperti 2 Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS), 4 Pustu, 14 Posyandu, serta penyediaan air bersih dan penyuluhan kesehatan.
3. Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu faktor yang menentukan karakter bangsa dengan mempengaruhi pola pikir dan perilaku bangsa. Pendidikan salah satu investasi bagi pembangunan nasional, pada umumnya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin luas daya pikirnya.
Pendidikan dapat diperolah melalui pendidikan formal maupun norformal. Adapun di Kecamatan Rio Pakava terdapat 14 Taman Kanak-kanak (TK), 13 Sekolah Dasar, 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
4. Ekonomi
Sektor unggulan yang menjadi andalan masyarakat Kecamatan Rio Pakava adalah sektor pertanian, peternakan dan usaha mandiri. Pendapatan masyarakat Kecamatan Rio Pakava sebelumnya adalah padi dan kakao atau biasa masyarakat menyebutnya tanaman coklat, akan tetapi sejak awal 2010 masyarakat Kecamatan Rio Pakava mulai beralih ketanaman sawit hal ini dikarenakan tanaman padi semakin merosot hasil panennya diakibatkan kurangnya pengairan dan tanaman kakao mulai terkena penyakit kanker.
Bukan hanya saja beralih ketanaman sawit masyarakat Kecamatan Rio Pakava mulai menanam durian, pala, pete, dan tanaman yang diperkirakan harga jualnya menjanjikan (mahal).
Komentar
Posting Komentar